Bismillahiromanirohim
Wahai anakku, bunda tulis surat ini dengan iringan doa yang selalu bunda panjatkan pada Sang Maha Pemberi. Semoga nanda dapat hadir ke dunia dalam keadaan sehat tanpa kekurang suatu apapun kemudian tumbuh menjadi wanita solihah maupun lekaki yang soleh yang selalu berada dalam ketakwaan kepada Allah dan ridhoNya di setiap aktivitas dan langkah yang nanda tempuh nanti. Sebagaimana dia Nabi Zakaria dalam Q.S Ali Imran : 38
“Di sanalah Zakariyya berdoa kepada Tuhan-nya seraya berkata, “Ya Tuhan-ku, berikanlah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa.”
Nanda, betapa rindu ini karena Allah untuk bersama menunggu kelahiranmu untuk bisa mendekap di pelukku dalam dahaganya rindu bunda padamu. Rindu yang hanya bunda bisa sampaikan dalam butiran tasbih kepada Allah yang mempercayai bunda untuk merawatmu, membesarkanmu, menjagamu, mengajarkanmu dan menuntunmu.
Nanda ijinkan bunda merasakan kebahagiaan ini, merawatmu dengan penuh kelembutan dan kasih sayang, membesarkanmu dengan segala pengorbanan dan perjuangan, menjagamu dari kerasnya ujian dunia, mengajarkanmu ketaqwaan dan keimanan dan menuntunmu untuk bersama-sama kita raih syurgaNya yang Maha Indah dan Luasnya. Nanda, kehadiranmu memberi kebahagiaan yang tiadatara kodrat bunda sebagai seorang wanita. Merasakan nanda ada di rahim bunda, tumbuh dan berkembang dari embrio sampai janin. Berdenyut dan berdetak dalam ritme jantung yang sama. Kebersamaan nanda dalam rahim bunda sangat hangat, erat, dalam kebersamaan, takkan kenal lelah, disaat bunda mengandungmu dan membawamu kemana pun dalam rahim ini sampai 9 bulan, dan akhirnya kau mendesak tak sabar untuk keluar dan membuktikan kasing sayang bunda kepada nanda. Sebagai mana Allah telah menjelaskan bagaimana proses penciptaanmu dalam rahimku.
Dalam surat cintaNya yang Maha Indah Q. S Al Mu’minun : 12-13
“Dan sesunggguhnya, Kami telah menciptakan manusia dari suatu sari pati berasal dari tanah.Kemudian kami jadikan sari pati itu air mani yang disimpan dalam tempat yang kukuh yaitu (rahim). Kemudian air mani itu kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu kami bungkus dengan daging. Kemudian kami jadikan dia makhluk yang berbentuk lain. Maha Maha Sucilah Allah, pencipta yang paling baik.”
Nanda, menjadi seorang ibu itu indah dan mulia. Tugasnya sangat berat tapi harus dijalankan dengan penuh keikhlasan sebagai ladang ibadah terhadap Allah yang telah menitipkan engkau kepada ku kelak. Walau nanti besar kecemasanku saat menanti kelahiranmu, takut bunda tidak dapat melihatmu. Kecemasan yang indah karena didasari oleh sebuah cinta. Sebuah cinta yang telah terasakan bahkan ketika yang dicintai belum pernah sekalipun bunda temui. Bunda akan berusaha menjadi yang terbaik untukmu. Saat bahagia ini sangat bunda nanti-nantikan. Merasakan berartinya bunda untuk mu, menyusui mu, seperti yang telah Allah syariatkan kepadaku. Menimang mu dalam dekat hangatnya pelukan bunda, mengayunmu untuk sebuah ketentraman agar kau dapat tertidur dalam buayan bunda. Tangisanmu, rewelnya diriimu, bangunnya dirimu disaat seharusnya aku tertidur, itu semua untuk mengajarkan aku arti sebuah kesabaran dan ketulusan untuk menjalankan kewajibanku sebagai seorang ibu.
Bunda selalu membayangkan dan mendengar kisah-kisah pengalaman orang lain saat melahirkan. Ada seorang ibu yang menantikan kelahiran anaknya yang tak dapat diduga kapan datangnya. Usia kehamilannya sudah mencapai usia bulan ke-9 banyak orang yang bertanya padanya “kapan dugaan waktu lahirnya?” Katnya begitu banyak tanda ketika akan melahirkan. Tanda itu berbeda-beda pada setiap ibu. Ada yang diawali dengan lendir berwarna merah segar tanpa mulas. Ia beberapa jam merasa mulas-mulas yang tidak beraturan jarak antar mulas dengan jeda sekitar 30 menit. Mulasnya tidak lama cuma 1 menitan, katanya. Mulas semakin dekat waktunya bisa mencapai 15 menitan dan lendir tambah banyak. Lalu Ia di induksi (diberikan cairan penambah rasa mulas dan diberikan beserta cairan lainnnya dalam infusan kepada calon ibu terlebih dahulu). Akibatnya rasa mulas yang datang padanya sangat kuat sehingga bukaan bisa lebih cepat. Dari ceritanya itu, tak sedikitpun membuatku takut dan semakin aku ingin berjuang mengalami proses itu sendiri.
Walau bunda tau, melahirkan itu memang menyakitkan, tapi itu adalah jalan jihad untukku. Pengorbanan dengan mempertaruhkan nyawa untuk mu, takkan menggentarkanku, sayang. Rasa sakit itu akan hilang seketika, ketika melihat tubuh mungil, tangisanmu, merahnya warna kulitmu. Subhanallah, bahagianya bunda bisa melihatmu lahir ke dunia ini, sayang. Semoga bunda diberi keberkahan dan panjang umur sampai akhirnya nanti bunda bisa melihatmu tumbuh dan besar.
Bisa merawatmu, melihat bagaimana engkau tumbuh dari bayi kemudian bisa tengkurap, duduk, merangkak, merambat hingga akhirnya engkau bisa berjalan hingga berlari di atas kakimu sendiri, melihat senyummu, merasakan perkembangan kepintaranmu dari hari kehari. Semoga kelak ketika kau beranjak dewasa ku dekatkan kau dengan Allah yang memberimu penghidupan dan kesempatan untuk beramal di alam dunia yang fana ini.
Nanda, saat engkau nanti hadir dalam hidupku memberi warna baru, kucium, kupeluk engkau sebagai buah cintaku dan ayahmu. Sebagai bukti bunda dan ayahmu tak lagi terpisahkan oleh apapun jua. Seiring waktu, saat kau telah dewasa kemudian menjalankan fase-fase hidupmu. Perlahan engkau akan mengerti arti hidup ini adalah perjuangan dan doa.
Nanda, bunda akan mengajarkanmu untuk dekat kepada pemilikmu yang sebenarnya. Membuatmu senantiasa berusaha memenuhi keinginan Pemilikmu. Melakukan segala sesuatu karena Nya, bukan karena bunda atau ayahmu. Tugasku bukan membuatmu dikagumi orang lain, tapi agar engkau dikagumi dan di cintai Allah. Inilah usaha terberatku Nanda, karena artinya bunda harus lebih dulu memberi contoh kepadamu dekat dengan Allah. Keinginan harus lebih dulu sesuai dengan keinginan Allah. Agar perjalananmu mendekati Nya tak lagi terlalu sulit.
Besar harapanku, agar engkau kelak menapaki jalan cinta para pejuang. Jalan yang bunda tapaki jua sekarang dan sampai bunda menutup mata. Kelak engkau dapat memahami arti sebuah pengorbanan dalam setiap amal-amal yang nanti kau lakukan. Membingkai segala pekerjaan dengan dasar keikhlasan dan keistiqomahan pada jalan yang lurus. Nanda, tanamkanlah di hatimu cinta yang Agung dan hakiki yang tak pernah lekang oleh waktu dan zaman. Jangan pernah terbuai oleh cinta semu yang hanya membawa engkau pada kemudharatan. Nanda, cintailah Allah, cintailah Rasulullah, cintailah Al-Qur’an dan orang-orang beriman. Kelak setiap pekerjaanmu akan mendapat berkah dan ridho dari Allah. Bingkailah setiap cinta yang kau rasakan, karena Allah melangkahlah dengan ketentuan yang telah disyariatkan Allah terhadap engkau dan aku.
Dari Firmannya Q.S At-Taubah : 105
“Dan katakanlah, ‘Bekerjalah kalian, maka Allah dan RasulNya serta orang-orang beriman akan melihat pekerjaan kalian itu, dan kalian akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan hal-hal yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakanNya kepada kalian apa yang telah kalian kerjakan (amalkan).”
Kemudian, kita pun memulai perjalanan bersama dalam jalan cinta para pejuang ini berdua, engkau kuhindarkan dari kerikil tajam dan lumpur hitam. Bunda akan menggenggam jemarimu dan merapatkan jiwa kita satu sama lain. Agar kau dapat rasakan perjalanan ruhiah yang sebenarnya. Saat engkau mengeluh letih berjalan, bunda kuatkan engkau karena kita memang tidak boleh berhenti. Perjalanan mengenal Allah tak kenal letih dan berhenti, Nanda. Berhenti berarti mati, inilah kata-kataku tiap kali memeluk dan menghapus air matamu, ketika engkau hampir putus asa dan menangis saat menjalankan amanah-amanah dalam hidupmu.
Hingga suatu saat nanti kau bertemu cinta yang suci karena Allah. Melangkahlah dan jangan ragu, bunda selalu ada untukmu. Bila nanti saatnya engkau akan pergi bersama seseorang yang kau pilih karena ketaqwaan, bunda akan tersenyum bahagia. Saat itulah membuat bunda sadar bahwa engkau bukan milikku atau milik ayahmu nanda. Engkau lahir bukan karena cintaku dan cinta ibumu. Engkau adalah milik Allah Nanda. Tak ada hakku menuntut pengabdian darimu, walau Bunda selalu ingin kau ada disamping bunda sampai ajal menjemput bunda. Karena pengabdian semata-mata seharusnya hanya untuk Allah.
Akhirnya Nanda saat aku menghadap sakaratul maut untuk bertemu Allah, aku ingin kau ridho bunda menjadi ibumu. Begitu juga bunda ridho, bangga, bahagia mempunyai anak yang soleh dan solehah seperti nanda. Jika nanti, ketika semua manusia dikumpulkan dihadapan Allah, dan kudapati jarakku amat jauh dari Nya, aku akan ikhlas. Karena seperti itulah aku di dunia. Tapi kalau boleh aku berharap, aku ingin saat itu aku melihatmu dekat dengan Allah. Aku akan bangga Nak, karena itulah bukti bahwa semua titipan bisa kita kembalikan kepada pemiliknya.
Dari bunda yang senantiasa merindukan kehadiranmu........
Tidak ada komentar:
Posting Komentar