Aku Ingin Dia Bangkit, Berjaya bahkan berarti di setiap hati
Aku telahir disini, Di jiwa ini, Jiwa syiar
Disaat teman-teman yang lain nongkrong atau sekedar jalan-jalan
Tapi aku di balik hijab itu, merumuskan, dan mengambil sebuah kesepakatan
Tanpa tau siapa teman-teman ku, bagaimana dia, seperti apa dia
Kami tertutupi oleh hijab, tak kenal wajah bahkan rupa
Aneh, bagaimana kemudian hati-hati itu bisa bersemangat
Bersatu dalam gerak, dan tujuan
Ya, inilah jiwa kami, jiwa syiar
Rohis SMA 5 Jakarta, Aku terlahir disini
Kemudian tumbuh dan berkembang, bahkan matang, disini
Di Jalan Cinta Para Pejuang
Jiwa-jiwa yang lahir, kini tumbuh dan berkembang
Ku rasakan nikmat, indah, dan haru dalam sakit bersama
Bukan dari kebersamaan jasad semata
Tetapi ruh-ruh kami yang disatukan dalam cinta
Cinta pada Sang Maha Cinta semata
Cinta telah bergelora dalam jiwa-jiwa kami
Jiwa syiar, untuk menyeru, bersuara, mengingatkan
Seperti Rasulullah yang tidak pernah berhenti menyeru, walau disakiti, dan dilukai
Rindu kami untuk mentauladani menyeru
Pada kalian wahai sahabat-sahabat sekalian
Walau kami sadari, Hidayah hanya MilikNya, kuasaNya
Kami tak boleh lelah, apalagi mati untuk mengantarkan sentuhan islam
Dalam hati-hati kalian dan hati-hati kami jiwa syiar
Aku ingin “Dia” Bangkit, Berjaya, bahkan berarti di hati kalian sahabat
Dia dialah, jiwa syiar itu!
Dengan hati kan “Dia” sentuh jiwa-jiwa itu!
Aku jadi mengerti dan sangat mengerti
Kenapa orang-orang yang berhati lembut ditempatkan Allah disini
Karena kami menyeru dengan hati dengan kelembutan
Seperti Rasululullah dalam menyeru walau dengan orang kafir sekalipun
Beliau lembut, dan keras bagi kafir yang memerangi
Subhanallah akhirnya aku mengerti dan ikhlas
mengapa orang-orang lembut di tempatkan di sini
karena kami menyeru dengan hati dan kelembutan
Bukan karena keterpaksaan, bahkan perintah
Aku mengerti kenapa yang dapat bertahan hanya kami
Karena kami jiwa-jiwa syiar karena masuk tersentuh oleh kelembutan
bukan keterpaksaan atau perintah
dan yang pergi dan menghilang, entahlah
Semoga Allah mengkaruniani hati-hati mereka dengan kelembutan.
Akhirnya aku mengerti, terima kasih ya Allah
Di Atas Bumi Cinta,
IPB Dramaga Bogor
Weny Rosmaya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar